Ketenangan yang hilang dari sebuah kota yang damai,
Menjadikan cahaya terang bertukar kelam,
Menanti siang umpama menghitung hari kematian,
Bergantung kepada sebuah harapan,
Allah tidak menguji selain Dia tahu kita mampu hadapi,
Kematian,kesengsaraan,kepedihan dan air mata umpama teman setia sang peghuni kota yang dicabuli,
Tangisan bagaikan lagu-lagu sepi dipinggir kota,
Dentuman misil,peluru berpandu,serpihan-serpihan kecil senjata nuklear menjadi halwa pendengaran,
Ketamadunan yang dibakar menjadi lampu penyuluh jalan yang suram,
Kuasa-kuasa besar hanya menabur janji,
Tapi sayang,ianya mejadi duri dan membakar diri,
Janji tetap tinggal janji,
Hasil pakatan para hipokrasi,
Indahnya Islam bila dipandang dengan hati,
Cantiknya Iman bila ianya sentiasa disuburi,
Berharganya keamanan bila ianya dipelihara suci,
Tapi sayang semuanya dengan mudah dicabuli,dikhianati dan dikotori,
Oleh sekeping hati yang tersesat dari landasan hakiki...
salam
No comments:
Post a Comment